Tampilkan postingan dengan label Informasi umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Informasi umum. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Mei 2010

Pengertian kultur jaringan

Kultur jaringan adalah suatu mode untuk mengisolasi bagian dari tanaman seperti protoplasma, sel, sekelompok sel, jaringan dan organ, serta menumbuhkannya dalam kondisi aseptik, sehingga bagian – bagian tersebut dapat memperbanyak diri dan beregenerasi menjadi utuh kembali.

Melalui teknik kultur jaringan dapat dilakukan manipulasi sebagai berikut:

  1. manipulasi jum;ah kromosom melalui bahan kimia atau meregenerasi jaringan tertentu dalam tanaman seperti: endosperma yang mempunyai kromosom 3n.
  2. Tanaman haploid dan double haploid yang homogeneus melalui kultur anther atau mikrospora.
  3. Polinasi in vitro dan pertumbuhan embrio yang secara normal abortif.
  4. Hibridasi somatic melalui teknik fusi protoplasma baik intraspesifik maupun intrasfesifik
  5. variasi somaklonal
  6. transfer DNA atau organel untuk memperoleh sifat tertentu.

Pengertian plasma nutfah

Plasma nutfah menurut Sastrapraja (1990) adalh substansi yang terdapat dalam setiap kelompok makhluk hidup yang merupakan sumber sifat keturunan yang dapat dirakit untuk menciptakan jenis unggul atau kultivar baru. Secara garis besar keadaan plasma nutfah dan disimpulkan sebagai berikut:
1. Sumber plasma nutfah yang masih hidup di alam bebas atau hutan oleh undang – undang telah dijamin perlindungannya dan telah direalisasikan dengan telah dialokasikan nya wilayah –wilayah pelindngan alam dalam bentuk : Suaka Marga Satwa, Cagar Biofer, Hutan Lindung, Arboretum, Tanaman Nasional, Kebun Botani dan Kebun Raya Bogor.
2. Sumber plasma nutfah yang sudah dikultivasi, perlindungan belum cukup diupayakan.jenis – jenis sumberplasma nutfah ini dapat ditampung di kebun plasma nutfah. Bebrapa kebun plasma nutfah pernah dikembangkan secara baik di lingkungan Departemen Pertanian seperti di Pasar Minggu, Malang, Cimanggu dan sebagainya. Akan tetapi kebun- kebun plasma nutfah ini telah banyak mengalami perubahan dan sebagian besar telah terdesak oleh keperluan pembangunan tempat kerja dan pemukiman. Upaya – upaya membangun kebun plasma nutfah baru dikembangkan di Cibinong dan Serpong.
3. Sumber-sumber plasma nutfah belum cukup dimamfaatkan secara teratur dalam pengembangan komoditi pertanian. Pentingnya upaya konservasinya masih menimbulkan banyak pertanyaan terutama silihat dari segi kegunaanya pada masa dekat dan mendatang
4. Peraturan perundang- undangan sebagai landasan perlindungan dan pemamfaatan plasma nutfah baik yang masih liar maupun yang telah ditangani masih banyak kekurangan sehingga memerlukan perbaikan dan penyempurnaan.
5. Tenaga kerja yang bekerja dibidang perlindungan dan pemamfaatan plasma nutfah masih sangat kurang, baik kuantitatif maupun kualitatif. Adapun tersebar diberbagai instansi tanpa adanya ikatan program kerja yang menyeluruh.
6. kelembagaan yang mellindungi perlindungan dan pemamfaatan plasma nutfah masih belum jelas dan perlu ditegaskan dan dibina lebih lanjut. Sekarang yang nyata mendapat tugas menangani plasma nutfah adalah komoditi Pelestarian Plasma Nutfah Nasional di bawah Departemen Pertanian dan bagian dari Puslitbang Bioteknologi, yang bernaung dibawah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesiaa (LIPI)
7. Program penanganan bagi perlindungan dan pemamfaatan plasma nutfah belum dirumuskan secara menyeluruh, yang melibatkan seluruh aparat yang bersangkutan dan masyarakat yang berkepentingan.
8. Kemampuan nasional dalam menggunakan bioteknologi dan ilmu pemuliaan dalam memamfaatkan plasma nutfah masih belum tinggi sehingga memerlukan pembinaan dan pengembangan yang serius.

Senin, 17 Mei 2010

Apakah ini dirancang? Kulit Ikan Hiu.

Kulit ikan hiu kelihatannya halus. Tetapi, kalau anda merabanya – jika aman, tentunya – Anda akan merasakan bahwa kulit hiu sebenarnya bertekstur seperti kertas amplas jika diraba dari arah ekor ke kepala. (kulit yang kasar tidak terasa jika diraba dari arah kepala ke ekor)
Pikirkan: alur-alur yang sangat kecil pada sisiknya, yang membuatnya terasa kasar, mendatangkan dua manfaat bagi ikan hiu. Pertama, alur-alur itu mengurangi gesekan air pada kulitnya, sehingga si hiu bisa bergerak tanpa banyak hambatan. Kedua, sewaktu hiu berenang, sisik-sisiknya terus terguncang sehingga parasit tidak bias berenang di situ.
Rancangan kulit ikan hiu bisa digunakan dalam berbagai bidang. Sebagai contoh, para ilmuan sudah memproduksi pakaian renang yag permukaan luarnya dibuat dengan meniru tekstur kulit ikan hiu sehingga meningkatkan kecepatan si perenang sekitar tiga persen. Mereka yakin bahwa prinsip yang sama bisa digunakan untuk mengurangi hambatan pada mobil dan kapal.
Para penelii juga berharap untuk meniru rancangan kulit hiu yang higienis guna menghasilkan lapisan antimikroba yang lebih ramah lingkungan untuk kapal daripada at beracun berbahan dasar logam. Penggunaan lainnya mencakup produk dan peralatan medis yang akan mengurangi risiko terkena infeksi di rumah sakit.

Bagaimana menurut anda? Apakah kulit ikan hiu – dengan rancangannya yang hemat energy dan higienis – ada secara kebetulan? Atau, apakah ini dirancang?